Semester akhir perkuliahan kukira tinggal TA aja, eh.. ndak taunya masih ada 3 mata kuliah lagi. Topik khusus, Bahasa Inggris 4, dan Multimedia 2. Aduh.. multimedia lagi. Perasaanku mulai ndak enak. Kenapa ya? Ah, paling juga nanti pake Flash.
Perkiraanku meleset. Mr Haristlian ndak ngajar pake Flash tapi pake Blender. Ternyata selain buat jus, Blender bisa dipake bikin animasi juga loh.. :nohope: Bukan. Blender yang ini adalah software semacam 3DMax. Bedanya dia lebih ringan dan free. Ringan sih.. Tapi bagi Naga Biru (baca: notebookku), tidak sama sekali. Maklum lah.. emang Naga Biru sudah saatnya pensiun. Kalo dipaksain malah nanti bikin emosi sepanjang jalan. Ndak mau gerak, atau justru lebih parah lagi, die with no shutdown. Argh.. dan akhirnya perasaan ndak enak itu telah terbukti. Terima kasih pada Si Suaib (baca: Haji Ibnu Subajul) karena kebaikanhatinya meminjamkan Curpit-nya (baca: notebooknya) padaku selama aku menjalani siksaan (baca: perkuliahan) ini.
Tak terasa saatnya UAS. Adalah membuat animasi minimal 10 detik dengan 25 fps (berarti 250 frame) berisi minimal sebuah tongkat dengan 5 buah ruas berwarna-warni yang bergerak melewati rintangan berupa ketinggian atau lembah. UAS ini bersifat take home. Tentu saja dikasih dead line, 5 hari. Terlambat 1 jam, point berkurang 25. Fyuh.. Bikin apa yah? Mm.. bikin TA dulu. Ya, bikin TA dulu, waktunya kan masih lama sedangkan progress TA-ku masih 0%. Padahal lusa mau bimbingan ke dosen. :’(
Dead line semakin dekat. TA sudah ada progressnya. Saatnya mBlender. Buat story board dulu ah.. Dalam membuat animasi, story board adalah hal yang wajib. Bila ndak, nanti bisa kacau animasinya. Bikin yang sederhana saja lah.. Orang lari melompati balok, mendarat di bibir jurang, akhirnya terperosok ke jurang dan merosot secara melambung gaya putar. (Wakaka.. katanya sederhana???) Ternyata “terperosok ke jurang dan merosot secara melambung gaya putar”-nya terlalu sulit. Kuganti dengan jatuh menggelinding ke jurang. Agar durasinya sesuai, kutambah efek (alah..) jatuh kesandung saat lari sebelum melompati balok.
Malam itu, hari Minggu kuawali mBlenderku dengan menculik Si Curpit. Jam 19:30 – 03:00 kuhabiskan waktu bersama si Curpit. Pagi itu animasiku berakhir pada pendaratan di bibir jurang. Hasilnya masih belum memenuhi kriteria minimal, masih 200 frame. Belum ada spotlight dan juga belum ada animasi kamera untuk fokus ke orang.

14.30 keesokan harinya kulanjutkan lagi mBlender hingga final result, Jam 24.30. Animasi sudah sesuai story board. Durasinya kebanyakan, 12 detik. Matahari terlalu terang membuat spotlight tidak begitu terlihat. Tapi gpp, hasil ini sudah membuatku cukup puas karena dengan ini, mata kuliah multimedia telah berakhir. Alhamdulillah…
Berikut ini adalah cuplikan adegannya:










